
Media sosial
dihebohkan dengan sebuah gambar dua petugas medis menggunakan alat pelindung
diri lengkap membawa sebuah peti kecil. Diketahui bahwa petugas tersebut hendak
memakamkan seorang anak yang berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP) virus
korona di Sleman, Yogyakarta.
Gambar ini
viral usai diunggah oleh @Lekday di Twitter, nampak sebuah gambar peti kecil
dikeluarkan dari mobil untuk dimakamkan dengan prosedur atau protokol COVID
yang berlaku.
Cuitan itu
memperoleh 4.000 retweets serta 10.400 likes. Dalam keterangan gambar tersebut
ia mengaku peristiwa ini menjadi pemakaman yang terberat, gambar diposting pada
18 Mei 2020 pukul 12.27 WIB.
“Pemakaman
terberat adalah ketika memakamkan sebuah peti kecil,” tulis akun itu dengan
disertai keterangan lokasi di Sleman, Indonesia.
Pemakaman
terberat adalah ketika memakamkan sebuah peti kecil.
Melihat cuitan
tersebut warganet memberikan berbagai reaksi, mereka mengaku prihatin dan
banyak memanjatkan doa untuk anak tersebut.
Pemakaman
terberat adalah ketika memakamkan sebuah peti kecil.
Dia terlalu
suci makanya ga diizinin Tuhan buat lama lama di dunia yg jahat iniπ
Surga untukmu
sygππ₯Ίπ€
Warganet juga
mengaku sedih sebab orang tua sang anak tidak dapat mengantarnya ke tempat
terakhir, karena adanya protokol yang berlaku.
Pemakaman
terberat adalah ketika memakamkan sebuah peti kecil.
Inna lillahi wa
inna ilaihi rajiun. Dan sedihnya lagi ortunya ngga bisa mengantar sampai
peristirahatan terakhir. Moga ortunya diberi kesabaran dan kebahan
Sebagian
warganet prihatin, sebab masih saja ada orang yang acuh terhadap virus korona
dengan berpergian keluar rumah tanpa pelindung diri atau menghadiri perkumpulan
massa seperti yang belakangan terjadi.
Buat yang masih
bandel ngumpul ngumpul padahal gak penting penting amat, apa gak tega sama dek
bayi yg gak berdosa ini? Kalo kalian masih susah dibilangin bakalan banyak yg
jadi korban nya dari lansia, bapak/ibu, remaja, anak anak bahkan balita.
Diketahui
seorang bayi perempuan berusia delapan bulan berstatus PDP meninggal dunia pada
Jumat (15/5) di Sleman, Yogyakarta.
Selain bayi
perempuan, seorang PDP lainnya di Sleman yakni perempuan lansia berumur 62
tahun meninggal dunia di hari yang sama. PDP itu diketahui memiliki penyakit penyerta
yaitu sakit jantung dan telah menjalani tes swab.
Dengan
meninggalnya dua PDP tersebut, maka total PDP yang meninggal dunia di Sleman
menjadi 10 orang
Sumber : Line
Today
0 Comments:
Post a Comment