
Gara-gara tak
mau memasakan menu makan sahur, seorang ibu rumah tangga di Waru, Sidoarjo
tewas dibunuh oleh suaminya sendiri.
Wanita bernama
Lamiasri (39) tersebut tewas dengan kondisi mengenaskan dengan luka tusuk di
bagian leher, dada dan perut.
Pembunuhan yang
dilakukan oleh Liong Kong Yong (48) ini terjadi di kamar kos yang ditempati
oleh keduanya di Kelurahan Pepelegi, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur pada
6 Mei yang lalu.
Malam hari
sebelum aksi pembunuhan terjadi, Liong dan Lamiasri terlibat percecokan hebat
karena sang istri menagih janji tersangka untuk membelikan motor untuk sang
anak.
“Saya minta dia
untuk bersabar. Saya janji akan membelikan motor setelah pandemi covid-19
berlalu,” ujar Liong Kong Yong kepada SURYAMALANG.COM di Mapolsek Waru.
Karena sang
istri minta segera dibelikan motor, cekcok dan pertengkaran pun terjadi.
Pertengkaran
baru berhenti menjelang pasutri ini istirahat.
Saat menjelang
sahur, tersangka berusaha membangunkan istrinya agar masak sahur.
Tapi, sang
istri tidak bersedia bangun. Tersangka punberulang kali membangunkan sang
istri.
Tapi, sang
istri tetap tidak mau bangun. Akhirnya tersangka naik pitam.
Tiba-tiba
tersangka mengambil pisau dapur, dan menusuk leher, dada, dan perut sang istri.
“Dia mengalami
pendarahan hebat,” ujarnya.
Kemudian
tersangka membawa korban ke ke RSAL Surabaya. Tapi, nyawa korban tidak
tertolong.
Lalu jenazah
korban dibawa ke Nganjuk untuk dimakamkan.
Dalam
pemeriksaan, pihak dokter curiga pada luka di tubuh perempuan tersebut.
“Kami juga
mendapat laporan dari pihak keluarga korban. Akhirnya kami ke Nganjuk untuk
melakukan penyelidikan,” kata Kompol Anwar Sujito, Kapolsek Waru.
Dari
penyelidikan, akhirnya dipastikan bahwa korban meninggal dunia akibat
pembunuhan. Polisi menangkap tersangka empat hari setelah peristiwa itu.
“Tersangka
sudah mengakui perbuatannya. Sekarang dia ditahan di Polsek Waru,” ujarnya.
Sumber:
tribunnews
0 Comments:
Post a Comment